![]() |
Hari ini hari terakhir serial Jewel In The Palace diputar, sempet kehilangan sih. Soalnya serial yang meskipun nggak terlalu rajin kutonton *tapi lumayan sering baca sinopsisnya disini* bikin aku kagum ama tokoh utamanya yaitu Jang-geum yang sangat gigih, kritis, punya etos kerja tinggi dan profesional. Sosok wanita karier yang hebat, mampu bekerja di dapur istana dan rumah sakit istana yang pada jaman itu, hanya orang² yang benar² hebat saja yang bisa menembusnya. Hal ini dikarenakan, segala sesuatu yang menyangkut keluarga kerajaan sangat penting dan kesalahan sedikit saja taruhannya nyawa.
Jang-geum bisa menjadi ahli di dua bidang yaitu memasak dan pengobatan. Bahkan di akhir cerita dia berhasil mengoperasi ibu hamil dengan cara membelah perut ibu hamil tadi dengan pisau yang di sterilkan, padahal pada masa itu belum ada pembiusan. Ini merupakan terobosan baru di bidang kesehatan Korea masa itu.
Sifat Jang Geum yang pantang menyerah telah membuahkan banyak hasil. Sewaktu menjadi dayang istana, dia berhasil membuat masakan yang lezat meski pada saat itu indera perasanya mengalami gangguan. Tapi dia tetap mencoba dan mencoba sampai hasilnya memuaskan. Dayang lain yang merasa iri mencoba menjebak Jang-geum sehingga dia dihukum.
Menjalani masa hukuman di Pulau Che Ju dia juga tidak patah semangat, malah belajar pengobatan pada perawat hebat Jang-do. Dalam masa belajarnya, Jang-geum banyak mendapat banyak rintangan, tapi lagi² dia tetap mencoba dan berhasil masuk kembali ke istana dengan status sebagai perawat. Sungguh hebat.
Intrik dan politik yang menghiasi lingkungan istana tidak menggoyahkan Jang-geum. Banyak pihak yang iri, tidak sependapat dan banyak pula yang suka dengan Jang-geum. Pendapatnya tentang masalah kesehatan keluarga kerjaan sering mendapat kecaman dari tabib istana. Tapi Jang-geum tidak pernah menyerah. Kalau untuk urusan menyembuhkan orang dia akan rela menantang bahaya. Bahkan nyawanyapun dipertaruhkan.
Banyak teori serta pendapatnya yang didasari pengetahuan yang kuat tentang pengobatan yang terbukti berhasil. Hal ini kembali menimbulkan iri hati banyak pihak.
Ditengah konflik ini muncul sang raja yang sempat menaruh hati pada Jang-geum. Tapi Jang-geum sudah mencintai seseorang yang kelak menjadi ayah dari anaknya yaitu Jeung-ho. Cinta segitiga ini mewarnai kehidupan Jang-geum di istana, selain masalah penyakit raja yang semakin memburuk.Sang raja sampai akhir hayatnya masih berusaha melindungi Jang-geum dan mempersatukannya dengan Jeung-ho yang diasingkan karena dianggap mengacaukan istana.
Bertahun-tahun sejak kejadian itu, Jang-geum yang sudah memiliki seorang putri yang banyak mewarisi sifatnya bernama Soo-hyun, masih mempraktekkan ilmu pengobatannya untuk membantu rakyat jelata. Permaisuri yang mendengar hal ini memanggil Jang-geum kembali ke istana, namun setelah mempertimbangkan dengan masak, Jang-geum menolak dan memilih tetap hidup diantara rakyat. Permaisuri mengabulkan dengan syarat Jang-geum tetap ada ketika dibutuhkan.
Menurut Jang-geum, banyak yang telah dia peroleh dari istana tapi dia juga kehilangan banyak hal yang penting dalam hidupnya ketika tinggal di istana. Hidupnya yang susah tidak membuatnya putus asa karena menurutnya tidak ada kata susah kalau menguasai pengobatan. Kesungguhannya dalam mengobati pasien dan kegigihannya yang paling membuat aku terpesona dengan tokoh wanita yang diambil dari kisah nyata yang menggugah masyarakat Korea ini. Dengan ini kutetapkan Jang-geum menjadi salah satu inspirasiku dan motivatorku. Terima kasih Jang-geum, sang mutiara istana.

Hmmm suka jang-geum juga yah… sama donk aku mlah rajin nonton n baca sinopsisnya dulu:)
Terinspirasi ma Jang-geum, aku sampai nekat belajar akupunture ma herbal. Hasilnya..alhamdulillah dah 3 tahun aku gk pernah ke dokter ma minum obat2an kimia. Sekarang jadi dokter buat diri sendiri ma kelurga..hehehe..