Nama Panggilan
Sudah berapa macam nama panggilanmu selama ini?
Pasti sudah banyak macamnya, karena beda komunitas biasanya beda pula nama panggilannya.
Aku sendiri sudah banyak dipanggil dengan banyak panggilan dan sebutan.
Nama yang aslinya Fatikha, dipilihkan nama panggilan Fika oleh orang tua.
Kemudian adik kandungku lahir, muncul panggilan mbak Tata, karena dia masih sulit memanggil Fika saat itu. Sampai saat ini ayah atau ibuku masih sering memanggilku dengan ‘Ta’ versi singkat dari Tata.
Masa-masa TK sampai kelas 1 SD di Flores, semua memanggilku dengan Fika.
Mulai dari guru, teman kerja ayah dan ibu, juga teman-temanku.
Pindah ke Malang juga masih dipanggil dengan Fika, sampai lulus SD.
Di lingkungan tempat aku mengaji malah ada embel-embel Ning didepan Fika.
Itu karena aku termasuk cucu dari kyai. Ada aturan tidak tertulis untuk memanggil anak cucu kyai dengan Ning untuk perempuan dan Gus untuk laki-laki.
Ada anak pengajian yang mengira namaku Ning Fika, jadi dipanggilnya aku dengan mbak Ning Fika
Di SMP panggilan itu berubah menjadi Fatikha, tapi itu hanya panggilan dari para guru.
Teman-teman sebagian besar masih memanggil Fika.
Masuk SMK panggilan masih Fika, tapi ada beberapa teman yang memanggil Pikachu atau malah Chu saja. Ini adalah panggilan favoritku. Sampai sekarang hanya beberapa orang yang masih konsisten memanggilku dengan panggilan ini.
Ada juga beberapa teman yang memanggilku ‘kucing’, hihihi…kok mau ya dipanggil kucing
Sewaktu kuliah panggilan Pika, Pikachu atau Chu masih banyak dipakai beberapa teman dekat.
Ada juga yang memanggilku dengan Ce Pika karena kutraktir di Kya-Kya Kembang Jepun ![]()
Dan sekarang, teman-teman yang memanggilku dengan nama spesial itu sudah jarang kutemui, hiks, sedihnya…
Sewaktu menjalani profesi sebagai guru, panggilanku adalah Bu Fika. Baik oleh murid-muridku dan juga rekan guru yang rata-rata usianya diatasku, bahkan banyak yang seumuran ibuku.
Rasanya aneh dipanggil ‘bu’ oleh orang-orang seumuran ibuku, kalau dipanggil ‘bu’ oleh murid juga awalnya aneh, karena mereka masih pantas jadi adikku. Tapi lama kelamaan jadi biasa. Seneng juga punya anak banyak, ratusan loh
Sampai akhirnya, anak yang kulahirkan dari rahim sendiri memanggil ‘Ibuk’. Panggilan itu adalah yang paling kutunggu, paling kurindukan, paling segalanya. Tinggal nunggu adikknya manggil ‘Ibuk’ juga sekarang
Saat ini, panggilan di kantor adalah mbak, ada juga yang manggil bu. Agak gimana gitu dipanggil bu ![]()
Padahal udah punya buntut, 2 lagi.
Tapi aku tetap merindukan panggilan Pika atau Chu
Oya, satu lagi. Sejak pacaran sampai saat ini, panggilan sayang dari mantan pacar merangkap suamiku adalah ‘Say’ hihihihi…
twenty something, a mommy for Cecil and Rasyid, likes reading, watching movies, sleeping, and writing. And now, trying to do 3 different jobs at the same time, wish me luck :)





