Untuk ngenalin anak-anak sama Kereta Api, 2 minggu yang lalu kami berempat (ayah, ibu, Cecil dan Rasyid) pergi ke stasiun Kota Baru Malang.
Jam 9 kita udah siap di stasiun, padahal loket baru dibuka jam 10 lebih, karena jadwal kereta datang adalah jam 10.25.
Adik Rasyid yang sudah tidur mulai perjalanan naik motor ke stasiun, sampai di stasiun masih aja lelap.
Kita duduk-duduk di depan stasiun, sempet mikir, kayak orang lagi antri mau mudik, hihihihi….
Jam 10 lebih, loket dibuka, ayah antri beli karcis. Ayah memang orang yang jujur. Masa beli 3 tiket, padahal kalo kita jadi turun di Lawang, nggak beli tiketpun ndak apa-apa. Dan kalo kita sampe Surabaya, rasanya Cecil ndak usah dibelikan tiket sendiri juga tidak apa-apa.
Yah demi konsistensi mengajarkan kejujuran pada anak, semuanya harus dilakukan. Harga tiketnya juga ndak mahal, cukup 4000 rupiah/orang.
Masuk peron, kita sempat salah masuk ke jalur 5, yang seharusnya di jalur 3. Itu semua sambil gendong adik Rasyid yang lagi tidur. Naik turun penghubung jalur di bawah tanah. Untung ayah baik hati. Jadi ngegantiin ibu yang udah keberatan gendong adik, hehehe..
Di tempat nunggu kereta, adik bangun (duh gak dari tadi aja dik, hehehe…). Cecil dan adiknya excited banget liat kereta. Ada 2 kereta yang lewat ketika itu. Cecil ngotot aja pingin naik, heheheh….
Anak-anak keliatan senang dan sabar menunggu kereta yang terlambat datang. Ada juga anak kecil seumuran adik yang juga main ke stasiun bersama kakeknya. Kata kakeknya, hampir tiap hari anak itu ngajak main ke stasiun. Bagi anak-anak, melihat kereta api yang datang dan pergi memang sebuah hal baru yang tidak ditemui di keseharian mereka. Jadi mereka excited banget.
Sekitar jam 11 kurang, kereta datang di jalur 3. Ini dia yang ditunggu-tunggu. Sempat kaget liat kereta yang udah penuh banget. Tidak ada tempat duduk tersisa. Yah, memang beginilah konsekuensi naik kereta api. Sarana transportasi murah meriah.
Akhirnya setelah berdesak-desakan kita dapat tempat berdiri yang enak.
Waktu kereta mulai berjalan, ada keluarga yang menawarkan tempat duduknya. Ibupun duduk dengan memangku adik dan mbak.
Sampe di stasiun Blimbing, kitapun turun, heheheh….namanya juga perkenalan. Yang penting udah pernah naik kan, hehehe…
Rencananya sih kalo nggak jadi ke Surabaya, kita ke Lawang, trus dari Lawang naik bis. Tapi karena keretanya penuh banget, ya sudah sampe Blimbing saja.
Dari Blimbing, kita naik len untuk ngambil motor yang diparkir di stasiun. Setelah itu, sisa perjalanan pulang ditempuh dengan motor. Sampe rumah, semua pada teler. Tapi anak-anak keliatan menikmati hari perkenalan naik kereta api

twenty something, a mommy for Cecil and Rasyid, likes reading, watching movies, sleeping, and writing. And now, trying to do 3 different jobs at the same time, wish me luck :)





