Google juga mendandani logonya agar sesuai dengan momen hari ini, Hari Guru Nasional 2010. Dan tentang guru, ada beberapa hal yang ingin sekali aku tuliskan dalam posting kali ini.
Setelah tidak lagi aktif mengajar, aku masih merasa aku ini guru, yah at least aku pernah hampir 2 tahun mengajar. Profesi yang awalnya kujalani dengan penuh keterpaksaan, karena hanya inilah profesi yang bisa dijalani oleh wanita yang telah menikah dengan kemampuan pas-pasan di bidang yang menjadi titelnya. Yah, ini hanya alasan klise dari orang yang ndak bakat wirausaha. Jadi, totally don’t know what to do, except to be a teacher dengan gaji yang dibawah UMR.
Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu. Semua keterpaksaan, kemalasan dan hal-hal lain yang mematahkan semangat pada bulan-bulan awal mengajar, perlahan mulai hilang. Digantikan dengan rasa candu. Yah, candu. Candu menjadi yang paling berkuasa di kelas, candu membagi ilmu, dan candu-candu lainnya.
Bersama murid, seakan kembali ke masa lalu. Bercanda bersama, belajar bersama, meskipun dalam artian aku belajar semalam sebelum mengajar, dan murid belajar sewaktu aku mengajar. Hampir sama kan waktunya, hehehe…
Akhirnya, tiba saatnya memutuskan. Akan kemana karirku nanti. Dan karena aku tidak memiliki sertifikat apapun yang melegalkanku untuk menjalani profesi sebagai pengajar. Maka diputuskan untuk berkarir di bidang yang sesuai dengan ijasahku. Menjadi teknisi. Ada yang bilang kalau teknisi itu sebuah penurunan derajat dari profesiku sebelumnya. Ah cuek saja, ini hanya sebuah perantara dari cita-citaku yang lebih besar lagi.
Banyak murid-murid yang menyatakan keberatan, menanyakan kapan aku kembali mengajar mereka. Ah seandainya aku bisa membelah diri atau semacamnya (ngayal.com), aku juga ingin menjalani dua profesi itu. Tapi apa daya, hanya sekitar 120 orang yang dulunya aku ajar, yang beruntung diajar kembali olehku.
Rasanya berat memang, masih harus beraktifitas di hari Sabtu. Setelah Senin-Jum’at bekerja. Tapi bertemu dengan mereka, memiliki kuasa di sebuah kelas dan hal-hal lain yang kurindukan dari aktifitas mengajar telah terobati di hari itu. Sulit mengucapkan selamat tinggal pada semua itu. Meski nanti pada akhirnya harus berpisah juga. Tapi untuk saat ini, biar kunikmati semua ini.
Mengutip kata-kata dari seorang teman. Mengajar itu pahalanya dunia akhirat. Amiienn, semoga aku tetap ikhlas.
Untuk semua guru, selamat hari guru, bagiku guru tetap pahlawan tanpa tanda jasa (meskipun lirik Hymne Guru sudah diubah^^)

twenty something, a mommy for Cecil and Rasyid, likes reading, watching movies, sleeping, and writing. And now, trying to do 3 different jobs at the same time, wish me luck :)





