inicio mail me! sindicaci;ón

Archive for Family

Cerita PAUD Cecil #1

Cecil mulai masuk sekolah PAUD Tunas Melati sejak Februari kemarin, sebenarnya sudah pernah masuk sekolah PAUD sekitar setahun yang lalu. Tapi karena pindah rumah, jadi sekolah PAUD-nya pindah juga.
Di PAUD yang pertama Cecil lebih suka main perosotan daripada belajar di kelas. Dan di PAUD kedua ini Cecil lebih suka main sendiri, tapi lama kelamaan di mau join sama guru dan teman-temannya belajar. Yah tentunya dalam hal ini belajar = bermain, hihi

Dalam seminggu, sekolah PAUD hanya masuk 2 hari, Minggu pagi dan Selasa sore. Dan jam belajarnyapun sangat singkat, hanya 1-2 jam saja. Memang niatan awal memasukkan Cecil ke PAUD hanya biar dia bersosialisasi. Cecil juga mau ikut apa kata gurunya kalo lagi mood. Seringnya sih gak mood, heheh…Jadi kalau masuk PlayGroup atau Kelompok Bermain yang biayanya mahal itu, sayang uangnya juga kan *dasar ibu pelit*

Cecil juga kadang tingkahnya ‘nggak biasa’ nggak seperti temen-temen PAUDnya yang duduk, ikut nyanyi. Cecil seperti punya acara sendiri. Contohnya pada saat bermain memasukkan bola ke keranjang. Murid dibagi jadi 2 kelompok, kelompok pertama memasukkan bola hijau ke keranjang hijau, kelompok kedua memasukkan bola pink ke keranjang merah kecoklatan. Kelompok pertama dan kedua berlomba untuk memasukkan sebanyak-banyaknya bola ke keranjang dengan berlari dari tempat bola ke tempat keranjang ditaruh. Tapi tebak ulah Cecil? dia malah membawa keranjang ke dekat tempat bola untuk memasukkan semua bola ke keranjang *tepok jidat*.

Mungkin bagi orang kebanyakan, ulah Cecil ini dianggap nakal, bikin rusuh aja. Tapi yang aku lihat, Cecil itu beda. Pemikirannya lain daripada teman-temannya. Jika hal ini dikembangkan, dia akan jadi seseorang yang kreatif, mampu mendobrak aturan-aturan yang ada. Yah tentunya harus ke arah yang positif. Duh, apa nanti nyari sekolah yang cocok buat Cecil jadi sulit ya?

Semua ada di Playground

Playground yang terletak di dekat Malang Town Square (tepatnya dibelakang Taman Makam Pahlawan) merupakan tempat favorit kami sekeluarga. Anak-anak senang karena semua fasilitas bermain mereka ada disitu dan orangtua senang karena harga tiket masuknya lumayan murah jika dilihat dari banyaknya fasilitas bermain yang ditawarkan.

Kolam renang merupakan fasilitas utama yang banyak peminatnya. Kolam dengan kedalaman dan perosotan yang bervariasi membuatnya menjadi favorit anak-anak maupun orang tuanya.
Ada tiga kolam disana, dua kolam sih sebenarnya nyambung, hanya beda kedalaman saja. Kolam yang pertama kecil, kedalamannya hanya sekitar 20cm, perosotannya hanya cukup untuk satu orang dan bentuknya lurus saja. Cecil sudah sering mencoba kolam dan perosotan ini.
Lalu kedua ada kolam yang kedalamannya mulai dari semata kaki hingga maksimal selutut. Perosotannya lebar, cukup digunakan untuk 5 orang dewasa perosotan bareng. Kalau ada anak seumuran atau lebih besar yang ndak berani mencoba perosotan di kolam pertama dan kedua, Cecil selalu bilang, “Aku lo berani”, hehehehe….
Kolam ketiga kedalamannya sedada orang dewasa, perosotannya meliuk seperti ular. Cecil berulang kali ingin mencoba kolam ini, tapi niatnya selalu gagal. Mungkin sekali-kali harus dibawa ke kolam ini agar rasa penasarannya terobati. Daripada diam-diam dia mencoba sendiri lalu tenggelam, huhuhuhu…aku tidak berani membayangkan.

Selain kolam, ada juga kolam bola, kolam pasir, dan banyak lagi permainan-permainan lain yang kalau di mall tarifnya 30ribu perjamnya.
Jadi kemarin, puas main bola dan perosotan gede, naik tank, main di kolam pasir, berenang, main di meja rias kecil dan loncat-loncatan di balon raksasa dan ditutup dengan naik battery car. Senangnya…

Main Pasir

Naik Kereta Api yuk

Untuk ngenalin anak-anak sama Kereta Api, 2 minggu yang lalu kami berempat (ayah, ibu, Cecil dan Rasyid) pergi ke stasiun Kota Baru Malang.
Jam 9 kita udah siap di stasiun, padahal loket baru dibuka jam 10 lebih, karena jadwal kereta datang adalah jam 10.25.
Adik Rasyid yang sudah tidur mulai perjalanan naik motor ke stasiun, sampai di stasiun masih aja lelap.
Kita duduk-duduk di depan stasiun, sempet mikir, kayak orang lagi antri mau mudik, hihihihi….

Jam 10 lebih, loket dibuka, ayah antri beli karcis. Ayah memang orang yang jujur. Masa beli 3 tiket, padahal kalo kita jadi turun di Lawang, nggak beli tiketpun ndak apa-apa. Dan kalo kita sampe Surabaya, rasanya Cecil ndak usah dibelikan tiket sendiri juga tidak apa-apa.
Yah demi konsistensi mengajarkan kejujuran pada anak, semuanya harus dilakukan. Harga tiketnya juga ndak mahal, cukup 4000 rupiah/orang.

Masuk peron, kita sempat salah masuk ke jalur 5, yang seharusnya di jalur 3. Itu semua sambil gendong adik Rasyid yang lagi tidur. Naik turun penghubung  jalur di bawah tanah. Untung ayah baik hati. Jadi ngegantiin ibu yang udah keberatan gendong adik, hehehe..

Di tempat nunggu kereta, adik bangun (duh gak dari tadi aja dik, hehehe…). Cecil dan adiknya excited banget liat kereta. Ada 2 kereta yang lewat ketika itu. Cecil ngotot aja pingin naik, heheheh….
Anak-anak keliatan senang dan sabar menunggu kereta yang terlambat datang. Ada juga anak kecil seumuran adik yang juga main ke stasiun bersama kakeknya. Kata kakeknya, hampir tiap hari anak itu ngajak main ke stasiun. Bagi anak-anak, melihat kereta api yang datang dan pergi memang sebuah hal baru yang tidak ditemui di keseharian mereka. Jadi mereka excited banget.

Sekitar jam 11 kurang, kereta datang di jalur 3. Ini dia yang ditunggu-tunggu. Sempat kaget liat kereta yang udah penuh banget. Tidak ada tempat duduk tersisa. Yah, memang beginilah konsekuensi naik kereta api. Sarana transportasi murah meriah.
Akhirnya setelah berdesak-desakan kita dapat tempat berdiri yang enak.

Waktu kereta mulai berjalan, ada keluarga yang menawarkan tempat duduknya. Ibupun duduk dengan memangku adik dan mbak.
Sampe di stasiun Blimbing, kitapun turun, heheheh….namanya juga perkenalan. Yang penting udah pernah naik kan, hehehe…
Rencananya sih kalo nggak jadi ke Surabaya, kita ke Lawang, trus dari Lawang naik bis. Tapi karena keretanya penuh banget, ya sudah sampe Blimbing saja.

Dari Blimbing, kita naik len untuk ngambil motor yang diparkir di stasiun. Setelah itu, sisa perjalanan pulang ditempuh dengan motor. Sampe rumah, semua pada teler. Tapi anak-anak keliatan menikmati hari perkenalan naik kereta api :)

Kunjungan ke stasiun

Encouraging Tips for EP-ing Moms

Since February, 10 2009 I have been tried to give my baby breastmilk, either by nursing him or pumping for him. From that time until now, many things happened. Sometimes I feel that I wanna stop, but the people around me, especially my husband always give me motivation to countinue pumping.

Someday I found this site. It’s great to know that there’s many moms like me. And I think this article is the best. Let me show you several snippets of advice to moms who want to pump exclusively, from the article: Read the rest of this entry »