inicio mail me! sindicaci;ón

Archive for In My Mind

Hanya Untukmu

Rasanya tak ingin berakhir
Saat kita rasa bahagia
Hidup penuh misteri
Kadang sulit kita jalani
Takkan bisa sendiri
Meraih mimpi tanpa cintamu

Terlalu indah ‘tuk dibayangkan
Terlalu manis untuk di kenang
Karena engkau ku ada di sini
Kau selalu ada di hatiku dan di cintaku

Terima kasih telah memilihku
‘kan ku jaga cintamu selamanya
Ku ‘kan selalu jadi yang terbaik
Melantunkan melodi terindah

Hanya untukmu

-just 4 u honey -:* -

Nice Quote

I found this quote here, and like it very much.

For what it’s worth: it’s never too late or, in my case, too early to be whoever you want to be. There’s no time limit, stop whenever you want. You can change or stay the same, there are no rules to this thing. We can make the best or the worst of it. I hope you make the best of it. And I hope you see things that startle you. I hope you feel things you never felt before. I hope you meet people with a different point of view. I hope you live a life you’re proud of. If you find that you’re not, I hope you have the strength to start all over again.

It’s so inspiring, teach us to value each moment we have in our life (tears).

Memulai Kembali

Wah udah lama banget sejak post terakhir yang menangin lomba itu ditulis di blog ini. Kalo kata suamiku blog ini sudah bisa dibilang mati, hahahahah…. emang dasar malesnya ga ketulungan. Sebenernya ada sih waktu buat ngapdet blog, tapi kebanyakan waktu itu dibuat untuk ngeplurk, ngeplurk dan ngeplurk. Yah mainan baru ini memang bikin kecanduan. Menurutku sih karena kemudahannya dalam menyampaikan apa saja yang ada di pikiran kita saat itu juga. Yah namanya juga layanan microblogging.

Tapi tetap masih ada kebutuhan akan ngeblog yang ga bisa digantikan dengan ngeplurk. Perasaan itu sulit dijelaskan dengan kata-kata *halah apaan sih*

Dan karena itulah ditulis post ini untuk memulai kembali kegiatan ngeblog dan pernak-perniknya yang selama ini sudah kutinggalkan. Termasuk join ulang ke komunitas yang selalu menemani pada saat suka dan duka, yang selama ini juga sudah kutinggalkan karena membuat imelku bouncing, hahahahha….

Pika, gimana rasanya punya anak?

Capek emang, tapi begitu liat senyum dan tawanya, rasanya semua kecapekan itu menghilang.

*duh kayak iklan aja*
Kutipan diatas adalah jawabanku jika ada yang bertanya gimana rasanya punya anak.
Mengurus anak emang butuh kesabaran, ketelatenan, komitmen, konsistensi dan harus kreatif. Itulah mengapa seorang wanita harus pintar dulu sebelum menjadi ibu. Bagiku gelar sarjana tidak akan tersia-siakan meskipun tidak digunakan untuk bekerja. Karena ada tugas yang lebih utama bagiku, yaitu mencetak generasi baru. Ini adalah tanggung jawab kepada Tuhan, serta tentunya kepada suami.

Dan kini, tak terasa hampir setahun berlalu sejak bidadari kecil itu lahir. Senyum dan tawanya selalu tulus, dan selalu bisa menghiburku. Disaat aku hampir saja menyerah karena capek dan alasan-alasan klise lainnya, senyumnya datang membuatku bersemangat lagi.

Tidak ada yang bisa menggantikanmu bidadari kecilku. Selamat Ulang Tahun ya, semoga engkau selalu dilindungi Allah dan diberikan jalan yang lurus. Amiinnn

Apakah Semua Orang Indonesia Mau Jadi Penyanyi?

Pertanyaan seperti diatas muncul dibenak saya ketika sekilas melihat reality show Saatnya Jadi Idola di RCTI dan Sing Like a Star di Global TV.
Di acara Saatnya Jadi Idola orang-orang dengan profesi yang sama akan adu kebolehan menyanyi dan seperti biasa akan dikomentarin panjang kali lebar sama dengan luas dan di polling lewat sms. Sing Like a Star kurang lebih sama juga sih, malah disini peserta yang hanya bermodalkan pede bisa bergaya layaknya penyanyi lalu dikomentarin dan di polling, duh.
Para peserta kedua reality show ini menurutku suaranya, maaf, ancur banget, tapi kok ya pede banget gitu lo.

Read the rest of this entry »

Hari Tanpa TV

Hari Tanpa TV

Posting ini terinspirasi oleh tulisannya Priyadi serta dalam rangka mendukung inisiatif Kidia–sebuah yayasan yang memiliki kekhawatiran akan kualitas siaran televisi di Indonesia– yang mengadakan acara Hari Tanpa TV yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2006.

Kenapa aku concern dengan hal ini?
Yah karena aku juga pernah jadi anak yang kecanduan TV.

  • Tiap hari Minggu, tiada hari tanpa TV. Mulai dari Doraemon, Power Rangers, Shincan, delele tidak pernah kulewatkan. Jam 08.00 sampai 12.00 aku stuck di depan TV. Tidak ada yang bisa membuatku berpaling darinya, termasuk juga perintah ortu. Pokoknya semua urusan dilakukan setelah nonton TV. Aje gile! Baru setelah menginjak bangku SMU SMK aku sadar, betapa banyak yang aku lewatkan gara-gara kecanduan TV. Paling parah adalah sampai saat ini aku tidak begitu mahir naik sepeda, apalagi sepeda motor. Aku juga tumbuh menjadi orang yang sulit membina hubungan sosial karena kebanyakan masa kecil dihabiskan di depan TV *nyesel*
  • Aku juga penggemar berat film-film Hollywood. Dulu, aku tidak pernah absen menonton Layar Emas dan sebangsanya-kalau sekarang Bioskop TransTV- Semua adegan kutonton tanpa ada filter. Yah dan akhirnya sekarang jika sedang berada dalam area dark side, aku adalah orang yang cuek abis dan juga kejam!. Darimana pengaruh itu kalau bukan dari film-film action yang aku tonton? dan aku juga menelan mentah-mentah moral of the story-nya.
  • Aku tidak suka sinetron Indonesia dengan jalan cerita ga jelas. Salah satu dari sedikit sinetron yang aku tonton adalah karena syutingnya di Australia, soal ceritanya sebodo amat. Soalnya udah kenyang film Hollywood. Jadi, sinetron Indonesia kelaut aja. Tapi, kalau Keluarga Cemara, bagus tuh, sedikit banyak ceritanya sama dengan kisah hidup keluargaku. Sinetron kan ga harus bercerita tentang gaya hidup hedonis tok. Daripada sinetron, mending liat National Geography aja, lebih mendidik.

Itulah sebagian dari kisah anak pecandu TV, karena itu aku ingin nantinya anak-anakku tidak menjadi seperti aku. Yah, usaha mengubah kebiasaan kan mulai dari yang kecil dulu.
Ato nanti anakku diajak nonton anime saja, tentunya bukan yang H***** loh :P . Bahan bacaan lainnya disini.

Jadi, Hari Minggu 23 Juli 2006, Matikan TV!

gambar diambil tanpa ijin dari blognya mPri

I’m Jealous….Very Jealous

Kenapa dia yang harus menikmati masa abg bersamanya
Kenapa dia yang sempat mendokumentasikan semua sisi kehidupan remajanya
Kenapa dia yang sempat saling memberi kado ultah di usia menuju dewasanya
Kenapa dia juga sempat diberi pernyataan cinta dengan romatisnya

Aku hanya bisa menduga kalau pernyataan cinta itu diberikan hanya karena rasa kasihan
Kasihan karena dia yang selalu memperhatikannya
Kasihan karena sudah lama dia mendambanya
Dan juga karena keinginan mengisi masa remaja dengan cinta untuk yang kedua kali

Tapi mungkinkah hanya itu saja….

Ingin rasanya membuang semua prasangka dan kenangan masa lalu itu
Toh yang dia damba sekarang jadi milikku
Selalu dan selamanya

Tapi kenapa rasa ini tak dapat aku hilangkan saja
Seandainyapun ada mesin waktu
Perubahan sejarah juga malah akan merubah segalanya

Apa yang harus aku lakukan?
Aku disiksa perasaan ini
Aku muak
Aku benci

Aku melakukan permainan
Aku hampir puas berpura-pura
Hampir semua kenangan sudah kukorek darinya
Setelah itu biar kucampakkan dirinya
Ke lubang yang paling dalam
Itulah balasan untukmu
Yang terlalu percaya cinta masa muda
Maaf, dia bukan lagi milikmu

Cukup kejam bukan….
Jangan bermain-main dengan cintaku!!!!

posted by Other side of Me

Ya aku memang ga bisa ngomong di depan umum

Itu kelemahanku yang berusaha aku atasi tapi kadang² males dan aku biarin gitu aja kelemahanku ini.
Contohnya tadi, pas kuliah Manajemen Proyek Sistem Informasi dosennya ngasi nilai bagi siapa aja yang mau ngasi pendapat, njawab, atau ngasi testimonial tentang pengalamannya bikin proyek sistem informasi. Yah jadilah kuliah itu kayak debat kusir yang tak berujung, meskipun aku juga ingin nambah nilai tapi rasa males ngomong di depan umum muncul lagi.
Kayaknya aku lebih suka berkomunikasi lewat tulisan. Aku lebih rame di milis daripada kopdar. Aku sulit adaptasi dan juga sulit akrab dengan orang lain. Tapi sekalinya akrab I’ll do anything to make it last longer.
Kadang aku nggrundel juga kalo temen² agak nyuekin aku, ga nglibatin aku di kepanitiaan karena sifatku ini. Ya aku memang ga pintar ngomong. Tapi jangan salahkan kalo aku juga ga aktif, kalian juga ga pernah minta tolong aku kan? Masa aku langsung ikut² gitu, aku kan ga se-mupeng itu. Buat kamu, jangan hubungi aku kalo kamu sudah benar² butuh saja. Dan tau-tau langsung nyalahin kalo aku ga ikut bantu kegiatanmu. Aku kan ga kamu libatkan from the beginning, huh sebel!
Tulisan ini ditulis sepenuhnya dengan aan, jadi maaf kalo ada kata² yang kasar.

Personal DNA : Cautious Experiencer

Hasil Selengkapnya ada disini

2 Tipe Cewek

Aku ma temenku sepakat kalo cewek di kampusku dibagi jadi 2 tipe

  1. Tipe Independen
  2. Tipe Dependen

Tipe Independen
Cewek tipe ini tidak tergantung pada yang namanya cowok. Ada nggak ada cowok life goes on. Ciri² nya seperti :

  • Jarang dandan
    soalnya mereka ga ambil pusing masalah penampilan, ada hal lain yang mereka tonjolkan seperti kecerdasan misalnya.
  • Berusaha mengerjakan sendiri tugas²nya
    sampe jatuh bangun deh pokoknya, baru kalo dah mentok minta tolong. Intinya berusaha dulu
  • Sikapnya tegas ama cowok
    tidak bermanja-manja tapi juga tidak terlalu kaku

Tipe Dependen
Nah ini kebalikannya, punya ciri² :

  • Suka dandan dan modis
    Do everything to make herself pretty. Ya biasanya dana juga mendukung untuk ini. Penampilan yang menarik ditujukan untuk para cowok yang rata² masih liat ‘casing’ luarnya aja
  • Kalo ada tugas, yang pertama dipikirkan siapa yang bakal ngerjain tugasnya.
    Selama masih ada cowok yang mau kenapa tidak. Intinya juga berusaha tapi berusahanya lain ama cewek independen
  • Manja banget sama cowok, manfaatin sisi lemah cowok deh pokoknya

Kenyataan seperti itu yang kadang bikin gerah, muak dan sebel. Cewek tipe dependen emang nilainya juga bagus, tapi bukan hasil usaha mereka sendiri. Ga adil kan? sedang cewek tipe independen yang kadang sampe ga tidur gara² ngerjain tugas. Nilai²nya juga tidak begitu bagus karena orientasi seringkali pada skill.

Tapi apresiasi cowok seringkali mengarah ke cewek dependen. Cowok butuh waktu sedikit lebih lama untuk bisa menghargai cewek independen. Karena seringkali cewek independen berada dalam komunitas cowok sehingga ‘tidak terlihat’ alias dianggap ‘cowok’ juga

Tapi seiring dengan berjalannya waktu, cewek independen akan lebih memperhatikan penampilan karena kepentingan pekerjaan atau yang lainnya. Sehingga dalam masalah penampilan cewek independen dan dependen menjadi setara. Karena bagaimanapun cewek independen masih memiliki naluri seorang perempuan

Postingan ini sepenuhnya pendapat pribadi, jadi kalo ada yang setuju ato menolaknya, silakan tulis di comment. Terutama temen-temenku harap isi comment, ato bisa juga kalian posting di blog kalian tentang topik ini.

« Previous entries · Next entries »