Archive for Life Story
October 24, 2010 at 5:39 am · Filed under Life Story
Sebagai keluarga muda dengan 2 anak yang masih balita. Tentu saja keinginan jangka panjang kami yang utama adalah memiliki rumah dan kendaraan. Rumah, karena memiliki rumah sendiri secara jangka panjang lebih murah daripada mengontrak. Dan kendaraan, dibutuhkan bila ingin bepergian dengan seluruh anggota keluarga. Mengingat kendaraan roda dua sudah tidak mencukupi lagi dinaiki 4 orang penumpang dan cuaca yang tidak pernah menentu akhir-akhir ini. Terkadang panas yang amat sangat, tetapi tiba-tiba hujan yang sangat deras mengguyur.
Memang kebutuhan-kebutuhan tadi merupakan bagian dari gaya hidup yang tidak bisa terpisahkan. Menurut kami kenyamanan anak-anak kami adalah yang utama. Karena itu kebutuhan ini menjadi prioritas kami yang keempat setelah kebutuhan pokok, kesehatan dan pendidikan.
Rumah ideal menurut kami adalah rumah yang dalam proses pembangunannya melibatkan kami. Karena itu yang diutamakan adalah pencarian tanah untuk membangun rumah. Kami tidak memilih perumahan karena selain proses pembangunannya tidak banyak melibatkan kami, material yang dipakai juga terkadang dibawah standar. Sehingga, ketika rumah ditempati, tidak berapa lama harus dilakukan penggantian dan perbaikan disana-sini.Untuk kendaraan, kami tidak memerlukan kendaraan yang baru. Kendaraan tangan kedua sudah cukup asalkan biaya perawatannya tidak akan membuat kami bangkrut.

Ditengah kesibukan kami bekerja, iklan-iklan online sangat membantu dalam pencarian tanah dan mobil bekas yang kami inginkan diatas. Tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan hemat waktu. Iklan baris yang ditawarkan OLX misalnya, menyediakan banyak fitur-fitur menarik. Selain kemudahan pengaksesan, kemudahan dalam menyaring informasi yang dibutuhkan juga tidak kalah menarik. Diantaranya penyaringan berdasarkan barang yang diiklankan, lokasi dan harga.
Dengan iklan-iklan online semacam ini, pencarian barang apapun hanya tinggal klik saja. Tanpa harus beranjak dari depan komputer. Dan bisa diakses kapan saja dan di mana saja,karena tersedia juga iklan mobile. Sangat mudah bukan? Bisa dikatakan iklan-iklan ini adalah sahabat terbaru kita.
June 17, 2010 at 1:08 am · Filed under Life Story
Sudah berapa macam nama panggilanmu selama ini?
Pasti sudah banyak macamnya, karena beda komunitas biasanya beda pula nama panggilannya.
Aku sendiri sudah banyak dipanggil dengan banyak panggilan dan sebutan.
Nama yang aslinya Fatikha, dipilihkan nama panggilan Fika oleh orang tua.
Kemudian adik kandungku lahir, muncul panggilan mbak Tata, karena dia masih sulit memanggil Fika saat itu. Sampai saat ini ayah atau ibuku masih sering memanggilku dengan ‘Ta’ versi singkat dari Tata.
Masa-masa TK sampai kelas 1 SD di Flores, semua memanggilku dengan Fika.
Mulai dari guru, teman kerja ayah dan ibu, juga teman-temanku.
Pindah ke Malang juga masih dipanggil dengan Fika, sampai lulus SD.
Di lingkungan tempat aku mengaji malah ada embel-embel Ning didepan Fika.
Itu karena aku termasuk cucu dari kyai. Ada aturan tidak tertulis untuk memanggil anak cucu kyai dengan Ning untuk perempuan dan Gus untuk laki-laki.
Ada anak pengajian yang mengira namaku Ning Fika, jadi dipanggilnya aku dengan mbak Ning Fika
Di SMP panggilan itu berubah menjadi Fatikha, tapi itu hanya panggilan dari para guru.
Teman-teman sebagian besar masih memanggil Fika.
Masuk SMK panggilan masih Fika, tapi ada beberapa teman yang memanggil Pikachu atau malah Chu saja. Ini adalah panggilan favoritku. Sampai sekarang hanya beberapa orang yang masih konsisten memanggilku dengan panggilan ini.
Ada juga beberapa teman yang memanggilku ‘kucing’, hihihi…kok mau ya dipanggil kucing
Sewaktu kuliah panggilan Pika, Pikachu atau Chu masih banyak dipakai beberapa teman dekat.
Ada juga yang memanggilku dengan Ce Pika karena kutraktir di Kya-Kya Kembang Jepun 
Dan sekarang, teman-teman yang memanggilku dengan nama spesial itu sudah jarang kutemui, hiks, sedihnya…
Sewaktu menjalani profesi sebagai guru, panggilanku adalah Bu Fika. Baik oleh murid-muridku dan juga rekan guru yang rata-rata usianya diatasku, bahkan banyak yang seumuran ibuku.
Rasanya aneh dipanggil ‘bu’ oleh orang-orang seumuran ibuku, kalau dipanggil ‘bu’ oleh murid juga awalnya aneh, karena mereka masih pantas jadi adikku. Tapi lama kelamaan jadi biasa. Seneng juga punya anak banyak, ratusan loh
Sampai akhirnya, anak yang kulahirkan dari rahim sendiri memanggil ‘Ibuk’. Panggilan itu adalah yang paling kutunggu, paling kurindukan, paling segalanya. Tinggal nunggu adikknya manggil ‘Ibuk’ juga sekarang
Saat ini, panggilan di kantor adalah mbak, ada juga yang manggil bu. Agak gimana gitu dipanggil bu 
Padahal udah punya buntut, 2 lagi.
Tapi aku tetap merindukan panggilan Pika atau Chu
Oya, satu lagi. Sejak pacaran sampai saat ini, panggilan sayang dari mantan pacar merangkap suamiku adalah ‘Say’ hihihihi…
August 13, 2006 at 5:36 am · Filed under Life Story

Ini kue pernikahan dari Ina. Duh kapan ya aku bisa masang fotoku ama yayang dengan tulisan “Just Marriedâ€. Jadi iri ma dep. Doain aku cepet nyusul ya dep.
July 13, 2006 at 6:38 am · Filed under Life Story
Aku sakit gigi
Kronologisnya :
Hari Senin pagi mulai sakit, tapi aku tahan aja. Kayaknya geraham kanan atas yang udah pernah ditambal sakit lagi. Untung aja pas ujian ga gitu sakit. Waktu jeda juga kubuat ngobrol² tentang om Zidane juga ga krasa sakit. Jadilah ujian berlalu tanpa sakit gigi, Alhamdulillah. Masalah muncul lagi pas aku naik bis mau ke Malang sorenya, kok sakit lagi
Akhirnya perjalanan pulang aku cuma bisa tidur biar ga terlalu sakit.
Hari Selasa waktu mau balik ke Surabaya aku beli 2 tablet Ponstan 500mg. Kuminum sebelum naik kereta ke Surabaya, lumayan sakitnya ilang. Sorenya pas sakit lagi Ponstan kembali meredakan. Aku makan bubur karena makanan ga bisa kucerna dengan baik, langsung telan aja gitu.
Hari Rabu masih sakit, 3 tablet Ponstan kutenggak tiap 6 jam. Sakitnya dah ilang.
Hari Kamis gusiku bengkak
abis nanya² ma Golda ternyata emang harus ke dokter gigi. Biar tau what to do next.
Ya udahlah, Senin depan aja ke dokter, kalo bisa di puskesmas biar murah.
Duh mengulang sejarah masa lalu nih. Sejak balita sampe umur 14-an aku sering ke dokter gigi. Udah ada 3 gerahamku yang ditambal. Emang sih, di tempat lahirku di Flores sono, airnya kekurangan zat kapur yang mana bisa mempengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi.
Dulu sampe ada dokter gigi langganan, kalo nggak salah namanya dokter Cicik.
Trus di pas pindah di Malang dokternya berganti-ganti. Terakhir yang menangani gigiku dokter ramah asal Wajak, Kabupaten Malang. Beliau mesti wanti² untuk rajin sikat gigi, kumur air garam, dan sikat gigi yang bener. Sorry dok, aku akhir² ini males sikat gigi, hiks.
Moral of the story : Sehat itu mahal banget bok, makanya dijaga baik², hyuukk
May 27, 2006 at 10:00 am · Filed under Life Story

I guarantee there’ll be tough times. I guarantee that at some point, one or both of us is gonna want to get out of this thing. But I also guarantee that if I don’t ask you to be mine, I’ll regret it for the rest of my life, because I know, in my heart, you’re the only one for me.
May 16, 2006 at 5:04 am · Filed under Life Story
Kemarin waktu pelajaran PDB aku duduk disebelah temenku. Waktu itu ada sepotong percakapan menarik yang sampai saat ini aku pikirkan.
temenku : Pik, sekarang gimana statusmu disini?
Pika : Status sih tetep, dapat NIK, dapat asuransi, dapat gaji, tapi ga dapat seragam dan ga ditugaskan kemana-mana
temenku : wah itu namanya hukuman pik
Pika : Hukuman mental gitu?
temenku : ya, hukuman mental, artinya gini, kamu tuh dites. Perusahaan udah berbaik hati mau nggaji kamu, ngasi kamu asuransi. Mereka hanya minta kamu nurutin peraturan mereka. Mereka ngetes, kamu masih punya nurani ga? punya perasaan ga? Sampai kapan kamu mau kayak gini terus?
Pika : ah ndak tau, aku udah mati rasa
, sampai lulus aku bakalan gini.
Sampai pelajaran berakhir aku masih mikir:
Sembarangan aja mau nukar keyakinanku ama hal sepele kayak gitu. Enak di aku kan, kuliah gratis, dapat gaji, ga harus kerja pula. Salahnya sendiri ga mau mempekerjakan karyawati berkerudung. Sebenernya aku mau aja kerja, peraturan mereka tuh yang ga bolehin.
Kalau semester 5 kemarin aku masih diberi kerjaan. Semester 6 ini tidak lagi. Yah sudahlah, aku ga mau protes, ga mau bikin konflik. Aku berada di pihak yang kalah. Kalau ga ada beasiswa ini, aku ga bisa kuliah lagi. Aku pun ga mau ‘mbelani’ kerudungku dilepas, no way man!
bagi yang mau liat post Ikatan Dinas pake password rahasia
April 15, 2006 at 12:48 am · Filed under Life Story
April 3, 2006 at 5:38 am · Filed under Life Story
Kalo dulu aku masih ga percaya kalo jadi Co-Assisten itu capek. Sekarang aku baru ngerasain sendiri gimana capeknya. Duh, serasa di telapak kakiku ada bola ping pong deh. Capek banget.
Aku emang baru kali ini ngrasain jadi Co-Ass di LabKom kampus. Sebelumnya hanya ikutan tesnya doang, trus aku tinggal kerja yang laen
. Tapi untuk semester ini aku benar² jadi Co-Ass yang jaga 5 kelas tiap minggunya. Mata praktikum yang aku ambil Jaringan Komputer. Dan sialnya lagi, di kesempatan pertama ini aku sudah dihadapkan pada masalah, yaitu terbatasnya jumlah Co-Ass dan Asisten yang hanya 6 orang. Sehingga ada satu hari dimana aku harus jaga sendirian dengan jumlah praktikan yang mencapai 16 orang. Padahal efektifnya satu kelas yang hanya dijaga satu Co-Ass maksimal hanya berisi 11 orang saja. *fiuh*
Akhirnya diputuskan untuk memindahkan jadwal praktikum untuk 2 kelas. Biar satu kelas yang lebih dari 11 orang dijaga 2 Co-Ass.
Sesuai rencana aku bakalan ngasi tawaran pindah itu hari ini. Pas nulis jadwal pilihan di papan, aku ngrasa ada yang aneh, kok kelas sebelah belum masuk ?
Masya Allah, ternyata belum ada yang ngajar. Akhirnya kuputusin ngambil kunci kelas sebelah trus ngasi pembukaan sebentar sambil nawarin ganti jadwal juga. Pas mereka mikir enaknya ganti kapan aku balik lagi ke kelasku. Aku bolak-balik gitu sampe 2 kali kalo nggak 3 kali. *fiuh* Ternyata ada kesalah pahaman antara Asisten yang sebenarnya ngajar ama yang gantiin. Penggantinya ngira kalo dia cuma ngganti jadwal yang selanjutnya, bukan yang sekarang. Jadinya dia ke kampus ga pake seragam ngajar. Akhirnya diputusin dia ngajar aja tapi minta maaf sama praktikannya karena ga pake seragam. Selesai satu masalah.
Masih ada masalah lain, jadwal pemindahan praktikum. Untungnya dua Co-Ass yang lain kooperatif jadi bisa diputuskan minggu depan praktikum kelasku sama praktikum satu kelas lagi pindah ke hari lain.
Jadi minggu depan aku ga ngajar sendirian, akhirnya selesai juga dah. Alhamdulillah.
*menghembuskan nafas lega*
March 24, 2006 at 12:36 am · Filed under Life Story
Pagi berangkat dibonceng yayang. Maunya nyoba jalan baru, tapi tu jalan jelek banget. Pas lewat di jalan yg banyak genangan air, maunya sih menghindar dgn lewat pinggir. Tapi sial gara² terlalu ke pinggir, kakiku – tepatnya tempurung lutut- nabrak sudutnya tempat sampah permanen dari semen itu. Lumayan, sakitnya bikin aku berlinang air mata dan sempet teriak kesakitan juga. Yayang sempet panik tapi aku suruh jalan terus aja.
Sampe di kampus aku liatin tuh lutut yang malang, masyaAllah ada darahnya. Dikit sih, aku malah khawatir ama memarnya. Tapi sudahlah ga serius pikirku.
Masuk kelas telat sambil tertatih. Dosennya nyuruh ngumpulin nama anggota kelompok tugas proyek Database Developer. Duh mana anggota kelompokku belum datang. Paling juga pada bangun siang. Maklum kuliah jam 7 pagi itu berat. Apalagi buat Hedwig
. Pas nama anggota kelompokku dipanggil, krn yang 2 belum datang, kata dosennya aku dijadiin perwakilan.
Beneran aja jam 7.45 baru si ririn muncul, dan si ho jam 8.30 sms ririn kalo dia baru bangun *buset*.
Semoga aja kalo ngerjain proyek nanti ga molor. Tu proyek kan pengganti UAS ama Ujian Praktikum *fiuh*
Abis kuliah aku main ke base camp 2 soalnya base camp 1 masih dipake buat koodinasi modul. Tapi sialnya aku masih belum tau user ma password Admin. Aku kan mo nginstall ym
.
Trus pas aku mau browsing nyari tugas, mood ini ga mau kompromi.
Ya udahlah aku nonton bronis SMA di final basket putra aja deh 
March 21, 2006 at 12:25 am · Filed under Life Story
Sial, padahal kan meebo itu alternatifku kalo mau YM-an di lab. Eh, sekarang di blok sama si admin *huh*. Dia bilang dia tidak suka sama yang namanya chatting. Padahal waktu temenku masuk ruangannya kanjeng admin satu itu, eh dia juga lagi chatting *gubraks*
%$&^$^&%&^%^%^%^%^&%&^
Next entries »