inicio mail me! sindicaci;ón

Resepsi Pernikahan

Setiap pasangan pengantin tentunya memiliki keinginan pribadi mengenai bagaimana resepsi pernikahan mereka nanti. Padahal sebenarnya, resepsi pada intinya hanya mengabarkan bahwa mereka sudah menikah. Dan sebagai ucapan syukur telah sahnya mereka menjadi sepasang suami istri, dihidangkanlah berbagai macam hidangan untuk memuaskan para tamu. Para tamupun menghargai pengantin dengan berpenampilan layak untuk pesta, bahkan rela pergi ke salon demi sempurnanya penampilan.

Dua minggu terakhir kemarin, ada 2 pernikahan besar yang kuhadiri bersama keluarga dan teman-teman. Yang pertama adalah pernikahan saudara sepupu suami. Kebetulan mertua dari sepupu suami termasuk pejabat tinggi, jadi tamunya pun juga pejabat-pejabat koleganya. Gedung dipisah menjadi 2 bagian. Bagian pertama untuk tamu-tamu kalangan biasa. Dan bagian kedua merupakan ruangan dengan meja-meja yang tertata rapi untuk menyambut para pejabat tadi.
Hidangan yang disajikan berbeda, suasana juga berbeda. Kalau di tempat tamu kalangan biasa, suasananya rame sekali, makanan pun antri panjang dan kadang berebut juga. Lain halnya di tempat pejabat, suasananya tenang, seperti hanya suara orang berbisik-bisik saja. Terlihat sekali kesenjangannya.

Pernikahan kedua adalah pernikahan teman yang unik. Ini adalah resepsi pernikahan di tepi kolam renang, dengan bunga-bunga yang tersebar penuh perhitungan di setiap sisi lokasi pernikahan. Lagu yang mengalun juga tidak sembarangan. Hanya ada gending Jawa, dan lagu-lagu pilihan kedua mempelai yang sudah dipilih dengan sangat hati-hati. Lagu kenangan mereka berdua selama menjalin kasih tentunya.
Pelaminan hanya dipakai saat prosesi adat Jawa. Dan selebihnya, pengantin bebas kesana-kemari menyambangi para tamu yang sudah jauh-jauh datang dari luar kota. Resepsi seperti ini yang menurutku ideal. Karena tamu yang datang dari jauh tentunya ingin bercengkerama dengan pengantin, tidak hanya bersalaman di pelaminan dan berfoto saja. Sayangnya, acara tidak dilanjutkan dengan menceburkan pengantin ke kolam renang. Mungkin karena sudah di-ultimatum oleh pengantin, bahwa baju pengantinnya sewaan, hihi…

Overall, resepsi pernikahan favoritku adalah yang diadakan di tepi kolam renang itu. Dekornya bagus, suasananya santai, penuh kekerabatan, meskipun kami hanya teman-teman yang sering bertemu di dunia maya, tapi rasanya hubungan kami lebih dari hubungan dengan saudara sendiri. *menunggu resepsi pernikahan unik lainnya*

Inception

What’s the most resilient parasite? An Idea. A single idea from the human mind can build cities. An idea can transform the world and rewrite all the rules. -Cobb

*spoiler alert*
Inception, Ekstraction. Mencuri ide, menanamkan ide. Seseorang bisa berbahaya dan bisa berguna karena idenya. Apalagi kalau orang itu punya harta dan kuasa.
Entah bagaimana Christopher Nolan bisa mendapatkan ide membuat film ini. Apakah ada yang menanamkan benih ide dalam pikirannya?
Tapi tak dipungkiri bahwa film ini termasuk masterpiece. Ide mimpi dengan layer berlapis-lapis, mencuri ide di alam bawah sadar seseorang, dan bahkan menanamkan ide yang akan membuat hidup seseorang berubah total.
Pendapat bahwa alam nyata ini adalah hanya mimpi saja dan kita tidur sebenarnya untuk bangun dari alam mimpi menuju realita, juga dikemukakan di film ini

Kisah tentang keluarga yang terpisah karena kejahatan yang tidak bisa dibuktikan. Kisah seorang anak yang menganggap ayahnya tidak peduli, dan dipikirannya ditanamkan ide bahwa ayahnya tidak ingin dia menjadi seperti ayahnya, sehingga nantinya diharapkan dia bisa mandiri, dengan kata lain menghancurkan kerajaan bisnis ayahnya dan menemukan inovasi baru. Yang diuntungkan dari sini adalah saingan bisnisnya yang juga menyewa tim mimpi.
Pada akhirnya, apakah semuanya bahagia, apakah kebahagiaan yang ditunjukkan merupakan realita, atau hanya di alam mimpi?
Itulah pertanyaan besar yang disisakan Nolan untuk penonton. Penonton bebas memilih ending film yang menurut mereka masuk akal.
Jadi, menurut Anda, bagaimana endingnya?

Alasan Twilight disukai banyak cewek abegeh

Twilight, magnet bagi para cewek jomblo dan juga yang punya pasangan. Yah karena pasangannya dipaksa nonton, dan kalo gak mau ancamannya bisa putus, wkwkwkwk..
Kira-kira apa sih alasan mereka berbondong-bondong nonton film vampir vs manusia serigala ini? ini versi saya

  1. Edward sama Jacob ganteng
  2. Pingin kayak Bella, dicintai 2 lelaki ganteng
  3. Pingin pacaran di padang bunga, tapi tetep bisa pulang tepat waktu
  4. Pingin nerusin pacaran di kamar, tanpa ketauan
  5. Pingin dibela mati-matian sama cowok yang satu, sembari tetap mesra-mesraan sama cowok lain
  6. Pingin jadi immortal

Yah, inilah versi saya, kurang setuju, sila dikomen

Cerita PAUD Cecil #1

Cecil mulai masuk sekolah PAUD Tunas Melati sejak Februari kemarin, sebenarnya sudah pernah masuk sekolah PAUD sekitar setahun yang lalu. Tapi karena pindah rumah, jadi sekolah PAUD-nya pindah juga.
Di PAUD yang pertama Cecil lebih suka main perosotan daripada belajar di kelas. Dan di PAUD kedua ini Cecil lebih suka main sendiri, tapi lama kelamaan di mau join sama guru dan teman-temannya belajar. Yah tentunya dalam hal ini belajar = bermain, hihi

Dalam seminggu, sekolah PAUD hanya masuk 2 hari, Minggu pagi dan Selasa sore. Dan jam belajarnyapun sangat singkat, hanya 1-2 jam saja. Memang niatan awal memasukkan Cecil ke PAUD hanya biar dia bersosialisasi. Cecil juga mau ikut apa kata gurunya kalo lagi mood. Seringnya sih gak mood, heheh…Jadi kalau masuk PlayGroup atau Kelompok Bermain yang biayanya mahal itu, sayang uangnya juga kan *dasar ibu pelit*

Cecil juga kadang tingkahnya ‘nggak biasa’ nggak seperti temen-temen PAUDnya yang duduk, ikut nyanyi. Cecil seperti punya acara sendiri. Contohnya pada saat bermain memasukkan bola ke keranjang. Murid dibagi jadi 2 kelompok, kelompok pertama memasukkan bola hijau ke keranjang hijau, kelompok kedua memasukkan bola pink ke keranjang merah kecoklatan. Kelompok pertama dan kedua berlomba untuk memasukkan sebanyak-banyaknya bola ke keranjang dengan berlari dari tempat bola ke tempat keranjang ditaruh. Tapi tebak ulah Cecil? dia malah membawa keranjang ke dekat tempat bola untuk memasukkan semua bola ke keranjang *tepok jidat*.

Mungkin bagi orang kebanyakan, ulah Cecil ini dianggap nakal, bikin rusuh aja. Tapi yang aku lihat, Cecil itu beda. Pemikirannya lain daripada teman-temannya. Jika hal ini dikembangkan, dia akan jadi seseorang yang kreatif, mampu mendobrak aturan-aturan yang ada. Yah tentunya harus ke arah yang positif. Duh, apa nanti nyari sekolah yang cocok buat Cecil jadi sulit ya?

Semua ada di Playground

Playground yang terletak di dekat Malang Town Square (tepatnya dibelakang Taman Makam Pahlawan) merupakan tempat favorit kami sekeluarga. Anak-anak senang karena semua fasilitas bermain mereka ada disitu dan orangtua senang karena harga tiket masuknya lumayan murah jika dilihat dari banyaknya fasilitas bermain yang ditawarkan.

Kolam renang merupakan fasilitas utama yang banyak peminatnya. Kolam dengan kedalaman dan perosotan yang bervariasi membuatnya menjadi favorit anak-anak maupun orang tuanya.
Ada tiga kolam disana, dua kolam sih sebenarnya nyambung, hanya beda kedalaman saja. Kolam yang pertama kecil, kedalamannya hanya sekitar 20cm, perosotannya hanya cukup untuk satu orang dan bentuknya lurus saja. Cecil sudah sering mencoba kolam dan perosotan ini.
Lalu kedua ada kolam yang kedalamannya mulai dari semata kaki hingga maksimal selutut. Perosotannya lebar, cukup digunakan untuk 5 orang dewasa perosotan bareng. Kalau ada anak seumuran atau lebih besar yang ndak berani mencoba perosotan di kolam pertama dan kedua, Cecil selalu bilang, “Aku lo berani”, hehehehe….
Kolam ketiga kedalamannya sedada orang dewasa, perosotannya meliuk seperti ular. Cecil berulang kali ingin mencoba kolam ini, tapi niatnya selalu gagal. Mungkin sekali-kali harus dibawa ke kolam ini agar rasa penasarannya terobati. Daripada diam-diam dia mencoba sendiri lalu tenggelam, huhuhuhu…aku tidak berani membayangkan.

Selain kolam, ada juga kolam bola, kolam pasir, dan banyak lagi permainan-permainan lain yang kalau di mall tarifnya 30ribu perjamnya.
Jadi kemarin, puas main bola dan perosotan gede, naik tank, main di kolam pasir, berenang, main di meja rias kecil dan loncat-loncatan di balon raksasa dan ditutup dengan naik battery car. Senangnya…

Main Pasir

Video Ariel-Luna-Tary sudah jadi role play anak-anak, waspadalah!

Informasi ini didapat dari bunda PAUD tempat Cecil sekolah. Beberapa waktu lalu, bunda ini tidak sengaja mendengar percakapan anak-anak yang sedang bermain.
Anak 1: ayo main ariel-ariel’an, aku jadi Luna Maya
Anak 2: aku jadi Cut Tary
Anak 1: la siapa yang jadi Ariel-nya?
Anak 3: aku aja
Anak 1: yawes aku tak tidur dulu

Sontak bunda PAUD tadi menghentikan mereka. Dan waktu mereka ditanya, darimana tau adegan itu, mereka menjawab, dari HP mama…

*spechless*

Naik Kereta Api yuk

Untuk ngenalin anak-anak sama Kereta Api, 2 minggu yang lalu kami berempat (ayah, ibu, Cecil dan Rasyid) pergi ke stasiun Kota Baru Malang.
Jam 9 kita udah siap di stasiun, padahal loket baru dibuka jam 10 lebih, karena jadwal kereta datang adalah jam 10.25.
Adik Rasyid yang sudah tidur mulai perjalanan naik motor ke stasiun, sampai di stasiun masih aja lelap.
Kita duduk-duduk di depan stasiun, sempet mikir, kayak orang lagi antri mau mudik, hihihihi….

Jam 10 lebih, loket dibuka, ayah antri beli karcis. Ayah memang orang yang jujur. Masa beli 3 tiket, padahal kalo kita jadi turun di Lawang, nggak beli tiketpun ndak apa-apa. Dan kalo kita sampe Surabaya, rasanya Cecil ndak usah dibelikan tiket sendiri juga tidak apa-apa.
Yah demi konsistensi mengajarkan kejujuran pada anak, semuanya harus dilakukan. Harga tiketnya juga ndak mahal, cukup 4000 rupiah/orang.

Masuk peron, kita sempat salah masuk ke jalur 5, yang seharusnya di jalur 3. Itu semua sambil gendong adik Rasyid yang lagi tidur. Naik turun penghubung  jalur di bawah tanah. Untung ayah baik hati. Jadi ngegantiin ibu yang udah keberatan gendong adik, hehehe..

Di tempat nunggu kereta, adik bangun (duh gak dari tadi aja dik, hehehe…). Cecil dan adiknya excited banget liat kereta. Ada 2 kereta yang lewat ketika itu. Cecil ngotot aja pingin naik, heheheh….
Anak-anak keliatan senang dan sabar menunggu kereta yang terlambat datang. Ada juga anak kecil seumuran adik yang juga main ke stasiun bersama kakeknya. Kata kakeknya, hampir tiap hari anak itu ngajak main ke stasiun. Bagi anak-anak, melihat kereta api yang datang dan pergi memang sebuah hal baru yang tidak ditemui di keseharian mereka. Jadi mereka excited banget.

Sekitar jam 11 kurang, kereta datang di jalur 3. Ini dia yang ditunggu-tunggu. Sempat kaget liat kereta yang udah penuh banget. Tidak ada tempat duduk tersisa. Yah, memang beginilah konsekuensi naik kereta api. Sarana transportasi murah meriah.
Akhirnya setelah berdesak-desakan kita dapat tempat berdiri yang enak.

Waktu kereta mulai berjalan, ada keluarga yang menawarkan tempat duduknya. Ibupun duduk dengan memangku adik dan mbak.
Sampe di stasiun Blimbing, kitapun turun, heheheh….namanya juga perkenalan. Yang penting udah pernah naik kan, hehehe…
Rencananya sih kalo nggak jadi ke Surabaya, kita ke Lawang, trus dari Lawang naik bis. Tapi karena keretanya penuh banget, ya sudah sampe Blimbing saja.

Dari Blimbing, kita naik len untuk ngambil motor yang diparkir di stasiun. Setelah itu, sisa perjalanan pulang ditempuh dengan motor. Sampe rumah, semua pada teler. Tapi anak-anak keliatan menikmati hari perkenalan naik kereta api :)

Kunjungan ke stasiun

Nama Panggilan

Sudah berapa macam nama panggilanmu selama ini?
Pasti sudah banyak macamnya, karena beda komunitas biasanya beda pula nama panggilannya.

Aku sendiri sudah banyak dipanggil dengan banyak panggilan dan sebutan.
Nama yang aslinya Fatikha, dipilihkan nama panggilan Fika oleh orang tua.
Kemudian adik kandungku lahir, muncul panggilan mbak Tata, karena dia masih sulit memanggil Fika saat itu. Sampai saat ini ayah atau ibuku masih sering memanggilku dengan ‘Ta’ versi singkat dari Tata.
Masa-masa TK sampai kelas 1 SD di Flores, semua memanggilku dengan Fika.
Mulai dari guru, teman kerja ayah dan ibu, juga teman-temanku.

Pindah ke Malang juga masih dipanggil dengan Fika, sampai lulus SD.
Di lingkungan tempat aku mengaji malah ada embel-embel Ning didepan Fika.
Itu karena aku termasuk cucu dari kyai. Ada aturan tidak tertulis untuk memanggil anak cucu kyai dengan Ning untuk perempuan dan Gus untuk laki-laki.
Ada anak pengajian yang mengira namaku Ning Fika, jadi dipanggilnya aku dengan mbak Ning Fika :)

Di SMP panggilan itu berubah menjadi Fatikha, tapi itu hanya panggilan dari para guru.
Teman-teman sebagian besar masih memanggil Fika.

Masuk SMK panggilan masih Fika, tapi ada beberapa teman yang memanggil Pikachu atau malah Chu saja. Ini adalah panggilan favoritku. Sampai sekarang hanya beberapa orang yang masih konsisten memanggilku dengan panggilan ini.
Ada juga beberapa teman yang memanggilku ‘kucing’, hihihi…kok mau ya dipanggil kucing :)

Sewaktu kuliah panggilan Pika, Pikachu atau Chu masih banyak dipakai beberapa teman dekat.
Ada juga yang memanggilku dengan Ce Pika karena kutraktir di Kya-Kya Kembang Jepun :P
Dan sekarang, teman-teman yang memanggilku dengan nama spesial itu sudah jarang kutemui, hiks, sedihnya…

Sewaktu menjalani profesi sebagai guru, panggilanku adalah Bu Fika. Baik oleh murid-muridku dan juga rekan guru yang rata-rata usianya diatasku, bahkan banyak yang seumuran ibuku.
Rasanya aneh dipanggil ‘bu’ oleh orang-orang seumuran ibuku, kalau dipanggil ‘bu’ oleh murid juga awalnya aneh, karena mereka masih pantas jadi adikku. Tapi lama kelamaan jadi biasa. Seneng juga punya anak banyak, ratusan loh :D

Sampai akhirnya, anak yang kulahirkan dari rahim sendiri memanggil ‘Ibuk’. Panggilan itu adalah yang paling kutunggu, paling kurindukan, paling segalanya. Tinggal nunggu adikknya manggil ‘Ibuk’ juga sekarang :)

Saat ini, panggilan di kantor adalah mbak, ada juga yang manggil bu. Agak gimana gitu dipanggil bu :)
Padahal udah punya buntut, 2 lagi.
Tapi aku tetap merindukan panggilan Pika atau Chu :(

Oya, satu lagi. Sejak pacaran sampai saat ini, panggilan sayang dari mantan pacar merangkap suamiku adalah ‘Say’ hihihihi…

Hari Guru

Selamat hari guru buat para guru…

Semoga tetap menjadi pahlawan tanpa tanda jasa…

Sepertinya aku mulai menyukai profesi ini, bisa menyalurkan kebiasaan pribadiku, hihihih….

Tapi apapun profesiku nanti, aku ingin tetap berguna bagi orang lain ^^

25

Sudah seperempat abad perjalanan hidup ini di dunia, banyak yang sudah aku peroleh. Keluarga kecil yang bahagia, anak perempuan yang cantik, anak laki-laki yang cakep, suami yang sangat sangat sangat perhatian dan tanggung jawab. Pekerjaan yang bisa membuatku menjadi orang yang berguna dan banyak lagi nikmat Allah yang tidak ada habis-habisnya.

Banyak rintangan dan cobaan hidup pernah mendera dan menjadikanku lebih kuat. Teman-teman yang membantuku disaat aku membutuhkan, menemaniku dan bersenang-senang bersama. Aku rindu kalian semua.

Untuk suamiku yang telah memilihku dan berkomitmen dengan pilihannya, tak ada yang bisa kuucapkan selain terimakasih. Terimakasih untuk segalanya, semoga kita bisa langgeng sampai tua ya.

Untuk Cecil dan Rasyid, terimakasih telah memberi warna dalam hidup ibumu ini. Karena kalian ibu belajar menyayangi, peduli dan menjadi rajin. Itu semua demi kalian buah hatiku.

Untuk adikku yang berulang tahun juga, selamat ya. Semoga kau mendapatkan apa yang kamu cita-citakan. Jangan menyerah, anggap dirimu sedang mengikuti Amazing Race dengan Road Block dan Detour didalamnya.

Yang terakhir, aku ingin menanamkan pikiran bahwa hidupku akan berubah tahun ini. Aku yakin bahwa impianku akan tercapai tahun ini. Kabulkanlah ya Allah, Amiinn

« Previous entries · Next entries »