inicio mail me! sindicaci;ón

Pika, gimana rasanya punya anak?

Capek emang, tapi begitu liat senyum dan tawanya, rasanya semua kecapekan itu menghilang.

*duh kayak iklan aja*
Kutipan diatas adalah jawabanku jika ada yang bertanya gimana rasanya punya anak.
Mengurus anak emang butuh kesabaran, ketelatenan, komitmen, konsistensi dan harus kreatif. Itulah mengapa seorang wanita harus pintar dulu sebelum menjadi ibu. Bagiku gelar sarjana tidak akan tersia-siakan meskipun tidak digunakan untuk bekerja. Karena ada tugas yang lebih utama bagiku, yaitu mencetak generasi baru. Ini adalah tanggung jawab kepada Tuhan, serta tentunya kepada suami.

Dan kini, tak terasa hampir setahun berlalu sejak bidadari kecil itu lahir. Senyum dan tawanya selalu tulus, dan selalu bisa menghiburku. Disaat aku hampir saja menyerah karena capek dan alasan-alasan klise lainnya, senyumnya datang membuatku bersemangat lagi.

Tidak ada yang bisa menggantikanmu bidadari kecilku. Selamat Ulang Tahun ya, semoga engkau selalu dilindungi Allah dan diberikan jalan yang lurus. Amiinnn

Apakah Semua Orang Indonesia Mau Jadi Penyanyi?

Pertanyaan seperti diatas muncul dibenak saya ketika sekilas melihat reality show Saatnya Jadi Idola di RCTI dan Sing Like a Star di Global TV.
Di acara Saatnya Jadi Idola orang-orang dengan profesi yang sama akan adu kebolehan menyanyi dan seperti biasa akan dikomentarin panjang kali lebar sama dengan luas dan di polling lewat sms. Sing Like a Star kurang lebih sama juga sih, malah disini peserta yang hanya bermodalkan pede bisa bergaya layaknya penyanyi lalu dikomentarin dan di polling, duh.
Para peserta kedua reality show ini menurutku suaranya, maaf, ancur banget, tapi kok ya pede banget gitu lo.

Read the rest of this entry »